Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Vario 110 CW, ikut Kuiz

Otomade.com -  Halo Brosis, Salam kenal dari Bali, nama saya Made, kali ini saya mau ikut #SMLRidersMengejarW175 bersama motor kesayangan saya yakni Black Rio atau sering saya panggil Rio saja. Motor Vario 110 CW karbu ini merupakan motor pertama yang bisa saya beli sendiri dari hasil keringat saya secara tunai pada bulan januari tahun 2010 lalu. Jadi si Rio ini sudah bersama saya lebih dari 10 tahun.

Kenapa waktu itu saya milih motor matic atau Vario ini? karena motor matic ini praktis dan pada waktu itu tidak ada pilihan lain motor matik dengan dimensi yang terlihat lebih besar, ada merk lain seperti Mio atau Spin kelihatannya lebih kecil dari Vario.
Bersama Rio mungkin tidak ada yang begitu spesial atau biasa-biasa saja, namun dengan adanya motor ini saya jadi bisa mobilitas dengan lancar misalnya berangkat dari kampung menuju tempat rantau dan berangkat dari kos menuju tempat kerja atau sebaliknya. Selain itu si Rio selalu menemani saya ketika saya butuh liburan / jalan-jalan menuju tempat yang ingin dikunjungi, atau pergi ke rumah teman. Selama itu pun motor ini tidak perah rewel dan tidak pernah mengecewakan saya. Jadi motor ini tidak pernah touring jauh-jauh, masih di sekitar Bali saja.
Sejak awal saya miliki motor ini memang tidak pernah tersentuh yang namanya modifikasi atau sekedar menambah variasi, bahkan untuk menempel stiker saja saya tidak pernah, karena saya memang tidak suka, makanya motor saya bersih dari stiker. Saya lebih suka motor yang standar dan bersih.

Nah pada akhir tahun 2016 AHM mengeluarkan Honda Beat Street yang pakai stang telanjang, nah banyak yang memodifikasi motornya memakai stang telanjang memakai stang dari Beat Street. Saya pun ikut latah dan terkena racun modifikasi ini dan saya pun membeli peralatannya di marketplace dengan harga yang lebih mahal seperti Postcomp, riser, stang Honda Beat Street, Handel rem kiri Scoopy (komplit).

Selain itu ada juga Speedometer X-ride, holder kiri kanan Yamaha Old Vixion. Semua itu saya kerjakan sendiri di rumah karena ada alat untuk mengerjakannya, nah untuk pengerjaannya tidak akan saya ceritakan di sini karena mungkin akan menjadi sangat panjang.

Selain modifikasi stang, saya juga menambahkan top box pada motor ini, seperti yang kita ketahui bagasi motor matic Vario 110 CW karbu ini sangat kecil, oleh sebab itu saya tambahkan Top Box Shad SH26. Bracketnya saya pasang sendiri, bracketnya merupakan Bracket bekas punya Byson Injeksi tinggal modif sedikit dan cara pasangnya tinggal tempel pada behel aslinya. Jadi dengan adanya top box ini, bisa membawa lebih banyak barang atau bisa menaruh helm di dalam box.

Selain itu supaya kelihatan sporty, saya juga memotong sayap belakangnya, untuk jelasnya silakan lihat pada gambar, seperti apa modifikasi fender dari sri Rio ini. Selain itu ada juga tempat HP / Holder HP ketika ingin menaruh HP sebagai navigasi saat riding.

Selama ini saya memang tidak pernah ikut komunitas, saya lebih suka sebagai single fighter. Sampai saat ini si Rio masih saya pakai meski sudah ada motor lain, nah saat ini mungkin sudah mulai ada keluhan dimana si Rio sudah mulai agak boros bahan bakar. Meskipun demikian saya tidak ada rencana untuk menjual motor ini karena banyak kenangan bersama si Rio.

Baiklah sebagai penutup, saya ucapkan terimakasih kepada semua yang sudah membaca cerita singkat ini, terima kasih juga kepada Suryanation Motorland Rider sudah mengadakan acara Give Away ini dengan slogan #KitaAdalahSurya sehingga saya bisa menceritakan tentang motor saya di sini. Pesan dari saya tetap safety riding dan patuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara demi keselamatan kita sendiri dan juga orang lain. Jangan lupa juga bawa SIM dan STNK. Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Cerita Vario 110 CW, ikut Kuiz"