Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan Paling Sederhana untuk Membangun Rumah

Otomade.com - Halo Brosis, jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan memberikan sedikit informasi bagi kamu yang mungkin dalam waktu dekat akan membangun rumah idaman, meskipun rumah sederhana namun itu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa membangun rumah untuk dihuni bersama keluarga tercinta, semoga bisa terwujud dalam waktu dekat.

Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan Paling Sederhana untuk Membangun Rumah

Jika sudah akan membangun rumah maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, nah jika kamu memang awam tentang bangunan maka setidaknya kamu bisa jadi lebih tahu tentang faktor apa saja yang harus diperhatikan saat membangun rumah. Supaya tidak kebablasan pada dana.

Nah berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan membangun rumah versi saya sendiri kadang beda daerah beda juga hal non teknis yang mempengaruhi misalnya kalau di bali harus ada sedikit lahan kosong di sebelah antara selatan dan timur untuk tempat Sanggah.
  1. Sebelum memulai pembangunan, pastikan anda memilih tukang yang sudah berpengalaman dan pastinya setidaknya kenal dengan tukangnya, atau carilah tukang dari tetangga atau teman yang sudah pernah memakai jasa orang itu atau cari rekomendasi tukang dari orang yang sudah pernah memakai jasanya. Jika Anda perlu tukang bangunan yang berpengalaman, saya punya banyak teman tukang bangunan yang sudah pengalaman puluhan tahun dan hasilnya selalu memuaskan.
  2. Lokasi dan kondisi tanah, apakah tanah yang akan dibangun mudah untuk diakses dengan kendaraan roda empat sehingga mudah untuk membawa material bahan bangunan seperti batu, pasir, semen. Karena hal ini bisa mempengaruhi RAB saat akan membangun rumah. Kondisi tanah yang akan dibangun juga harus berada pada posisi yang aman, jauh dari sungai, jurang, tanah harus sudah padat dan lain-lain.
  3. Jika sudah punya gambar, setidaknya kamu bisa paham akan gambar rumah yang akan dibangun supaya tidak menyimpang anatara gambar dengan rumah yang sudah jadi dan ini juga bisa mempengaruhi RAB.
  4. Saat akan memulai membangun yang paling pertama di buat adalah Pondasi, bagian yang berhubungan langsung dengan tanah. Pondasi ini dibuat dengan batu kali dicampur dengan luluh semen dan pasir kasar, pondasi dalamnya sesuaikan dengan rumah yang dibangun apakah rumah satu lantai atau tingkat. Sedangkan pondasi harus lebih tinggi dari dasar tanah setidaknya 30 cm. Nah pada saat membuat pondasi biasanya juga pada setiap sudut atau yang perlu kolom langsung di tanam besi kolom untuk nanti di cor dengan campuran beton.
  5. Nah jika akan memasang pipa saluran pembuangan dari WC atau dapur, pasang saat membuat pondasi, karena posisi pipa harus berada di bawah sloof.
  6. Setelah selesai membuat pondasi dari batu kali, nah saat ini banyak bangunan yang memakai sloof yang dipasang di atas pondasi sebelum tembok. Sloof ini berupa tulangan besi yang di cor dengan beton.
  7. Setelah pasang pondasi dan sloof maka akan mulai membuat dinding atau tembok pada bagian yang perlu ditembok. Tembok bisa dari bata, batako, bata ringan dan lain-lain.
  8. Nah pada pada saat tembok sudah mulai berdiri biasanya juga langsung cor kolom dan jangan lupa isi besi angkur antara kolom dan tembok supaya rekat tembok dan kolom semakin kokoh. Nah saat nembok juga akan mulai masang kuzen dan lain-lain dan jangan lupa kuzen juga dipasang angkur supaya kuat dicengkram tembok.
  9. Setelah itu jika ada beberapa tembok akan berisi kusen pintu dan jendela atau kusen lainnya, maka alangkah baiknya sebelum dilanjutkan memasang tembok /bata maka alangkah baiknya dipasang balok lintel tepat diatas kusen untuk menahan beban tembok supaya kusen tidak terlalu berat menyangga tembok dan supaya tidak membuat kusen lengkung. Balok lintel ini juga harus menyambung dengan kolom.
  10. Setelah selesai tembok maka pada bagian atas juga harus diisi ring sesuai dengan bentuk dari pondasi. Ring ini juga dibuat dari tulangan besi yang dicor dengan beton. Nah ring ini merupakan kesatuan dari struktur untuk mengunci bangunan supaya tidak mudah roboh jika ada gempa. Jadi dari bawah ada pondasi, ada sloof, ada kolom dan diatas dikunci dengan ring.
  11. Nah jika bagian bawah sudah selesai maka akan mulai pembuatan atap. Sebelum dipasang atap maka akan dibuat dulu rangka atap (Kap). Kap juga menyesuaikan dengan bentuk rumah, saat ini banyak bentuk rumah yang minimalis, jadi atapnya sangat sedikit. Kap ini  bisa dari kayu atau baja ringan, nah bentuknya juga macam-macam, ada bentuk limas ada juga bentuk A jadi menyesuaikan dengan bangunan dibawahnya. Kap ini juga menyesuaikan dengan jenis bahan atap yang akan dipakai apakah memakai seng, genteng atau yang lain. Jika perlu talang maka pasang juga talang.
  12. Nah biasanya jika sudah selesai tembok, pasang kusen dan juga atap, maka pada saat itu juga akan mulai dipasang Instalasi listrik dan juga pipa untuk air karena sudah aman tidak kehujanan atau kepanasan lagi dan juga belum diplester karena hampir semu instalasi listrik dan pipa air bersih ditanam pada tembok dengan plesteran.
  13. Setelah itu mulai menggarap lantai, biasanya sebelum di rabat permukaan tanah diratakan dan dipadatkan dan diatasnya diisi pasir biar beton tidak kena langsung dengan tanah.
  14. Nah jika sudah selesai bagian itu maka akan mulai tahap finishing yakni mulai plester dan aci, pasang keramik, pasang plafon dan lain-lain.
  15. Terakhir finising terakhir adalah pengecetan di segala lini, mulai dari tembok, kusen, plafon dan lain-lain.
Nah itulah kira-kira konstruksi dasar dan tahapan membangun rumah, jika ada yang masih kurang, tolong ditambahkan pada kolom komentar, Nah untuk teknis lainnya seperti besi yang dipakai, bentuk tulangan besi, tebal kolom, sloof, ring dan balok lintel, durasi pengerjaan serta hal lainnya akan saya pelajari dulu dan akan saya bahas pada tulisan selanjutnya, semoga bermanfaat dan terimakasih.

Posting Komentar untuk "Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan Paling Sederhana untuk Membangun Rumah"